Blogs

Tulisan kami terkait teknologi coding dan robot dalam dunia Pendidikan, Industri dan Masa Depan.

All Pendidikan Industri Teknologi
Gamma Kristian 19 December 2025
Robotku School Masuk 5 Startup Inspiratif Startup Acceleration Program Kementerian UMKM RI 2025

Robotku School kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Startup Acceleration Program Kementerian UMKM Republik Indonesia 2025, Robotku School terpilih sebagai 5 Startup Inspiratif, sebuah kategori khusus yang diberikan kepada startup dengan inovasi kuat, dampak nyata, dan visi keberlanjutan yang jelas. Penghargaan ini diumumkan dalam rangkaian acara Apresiasi Wirausaha Inspiratif 2025, yang dihadiri oleh pelaku UMKM unggulan dari berbagai sektor di seluruh Indonesia. Apresiasi untuk Startup Berdampak Nyata Startup Acceleration Program Kementerian UMKM RI merupakan program nasional yang bertujuan mempercepat pertumbuhan startup potensial agar mampu naik kelas dan berdaya saing. Dari ratusan peserta yang mengikuti proses kurasi dan pendampingan, hanya 5 startup yang ditetapkan sebagai Startup Inspiratif. Robotku School dinilai mampu menghadirkan: Solusi edukasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan Model pembelajaran yang aplikatif dan mudah diakses Dampak nyata bagi pengembangan literasi teknologi anak dan pelajar Robotku School: Membangun Literasi Teknologi Sejak Dini Robotku School adalah startup edukasi teknologi yang fokus pada pembelajaran coding, robotik, dan teknologi terapan untuk anak-anak dari jenjang TK hingga SMA. Berangkat dari daerah, Robotku School membawa semangat pemerataan akses pendidikan teknologi yang menyenangkan dan bermakna. Melalui kelas reguler, short program, DIY kit robotik, hingga kompetisi dan pameran robotik, Robotku School tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun: Pola pikir logis dan problem solving Kreativitas dan keberanian mencoba Kerja sama tim dan karakter pantang menyerah Menjadi Startup Inspiratif: Lebih dari Sekadar Penghargaan Terpilih sebagai 5 Startup Inspiratif bukan hanya tentang pencapaian, tetapi juga tentang tanggung jawab. Robotku School melihat penghargaan ini sebagai pengingat bahwa pendidikan teknologi harus terus dikembangkan secara inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa: Startup dari daerah mampu bersaing di level nasional Sektor edukasi memiliki peran strategis dalam pembangunan UMKM dan SDM Inovasi berbasis dampak sosial memiliki tempat penting dalam ekosistem startup Indonesia Langkah Robotku School ke Depan Ke depan, Robotku School berkomitmen untuk: Memperluas jangkauan program edukasi teknologi ke lebih banyak daerah Mengembangkan produk robotik edukatif karya lokal Memperkuat kolaborasi dengan sekolah, komunitas, dan pemerintah Menjadi bagian dari penyiapan generasi muda Indonesia yang siap menghadapi era teknologi dan AI Penghargaan 5 Startup Inspiratif dalam Startup Acceleration Program Kementerian UMKM RI 2025 menjadi tonggak penting perjalanan Robotku School. Dari daerah, Robotku School terus melangkah untuk berkontribusi bagi masa depan pendidikan dan teknologi Indonesia. Robotku School - Creating Technology Creator.

Selengkapnya Teknologi
Gamma Kristian 16 December 2025
Mengukir Sejarah Teknologi: Walikota Cup Robotic Competition 2025 Sukses Digelar!

Suasana GOR Ahmad Yani Kota Probolinggo pada pertengahan Desember ini terasa berbeda. Bukan sorak sorai pertandingan olahraga yang mendominasi, melainkan deru motor kecil, kabel-kabel yang dirangkai dengan penuh konsentrasi, dan wajah anak-anak yang serius namun penuh antusias. Di tempat inilah Walikota Cup: Robotic Competition 2025 diselenggarakan oleh Robotku School. Kompetisi ini menjadi ruang temu bagi puluhan pelajar SD/MI dan SMP/MTs untuk belajar robotik secara langsung melalui konsep Fast Building Robotics , sebuah metode lomba yang menantang peserta merakit robot dari nol dalam waktu terbatas. Bukan Sekadar Lomba, Tapi Proses Belajar Nyata Dalam Walikota Cup 2025, peserta tidak datang membawa robot jadi. Mereka justru diuji dari proses paling dasar: merakit, mencoba, memperbaiki, dan memastikan robot benar-benar berfungsi. Setiap peserta harus: menyusun rangka robot, memasang motor, roda, dan kabel, memastikan arah gerak robot bekerja dengan benar, serta melakukan perbaikan cepat jika terjadi kesalahan. Di sinilah nilai utama fast building terasa. Anak-anak belajar bahwa teknologi tidak selalu berjalan mulus. Ada kabel terbalik, motor tidak bergerak, atau roda yang kurang stabil. Namun justru dari proses inilah kemampuan berpikir cepat, teliti, dan pantang menyerah terbentuk. Fast Building Robotics: Melatih Fokus dan Ketangguhan Konsep fast building dirancang bukan untuk mencari siapa yang paling cepat semata, melainkan siapa yang mampu bekerja sistematis di bawah tekanan waktu. Peserta dituntut untuk membagi peran, membaca instruksi dengan cermat, dan mengambil keputusan teknis secara mandiri. Melalui proses ini, peserta belajar: mengelola waktu dengan baik, memahami dasar mekanik dan elektronika, bekerja sama dalam tim, serta bertanggung jawab atas hasil rakitannya sendiri. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi penting bagi generasi yang akan hidup berdampingan dengan teknologi di masa depan. Persiapan Matang Lewat Technical Meeting Jauh sebelum hari pelaksanaan, Robotku School telah menggelar technical meeting pada 22 November 2025. Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi peserta dan guru pendamping untuk memahami keseluruhan mekanisme lomba. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan penjelasan mengenai: kit robot yang digunakan pada setiap kategori, aturan perakitan dan batas waktu, sistem penilaian, alur uji fungsi robot, hingga simulasi troubleshooting sederhana. Antusiasme terlihat sejak awal. Banyak peserta yang langsung mencoba membongkar dan merangkai komponen, menandakan rasa ingin tahu dan semangat belajar yang tinggi. Tiga Kategori, Satu Tujuan Pembelajaran Walikota Cup Robotic Competition 2025 dibagi menjadi tiga kategori sesuai jenjang usia: Beginner (SD Kelas 1–3)Peserta merakit robot berbasis LEGO untuk melatih kreativitas, koordinasi tangan, dan pengenalan mekanik sederhana. Basic (SD Kelas 4–6)Peserta merakit DIY Acrylic Robot Soccer dengan fokus pada uji fungsi gerak dasar: maju, mundur, kanan, dan kiri secara stabil. Intermediate (SMP Kelas 7–9)Peserta merakit DIY Robot Transporter dengan tantangan fast assembly dan kestabilan sistem gerak. Team (Piala Bergilir Antar Sekolah SD/MI)Peserta merakit robot pemadam lalu estafet merakit robot light followers Setiap kategori dirancang agar anak-anak belajar sesuai tahap perkembangannya, tanpa menghilangkan unsur tantangan. Menumbuhkan Minat Teknologi Sejak Dini Melalui Walikota Cup 2025, Robotku School ingin menanamkan bahwa belajar teknologi tidak harus selalu lewat layar. Anak-anak perlu menyentuh komponen, mencoba langsung, dan memahami proses kerja sebuah sistem. Kompetisi ini menjadi sarana untuk: mengenalkan robotik sejak dini, melatih problem solving, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan minat belajar STEM secara alami. Pengalaman merakit robot di arena lomba sering kali menjadi momen pertama bagi anak untuk menyadari bahwa teknologi bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan bisa dipelajari dan dikuasai. Probolinggo dan Harapan Masa Depan Teknologi Dengan terselenggaranya Walikota Cup Robotic Competition 2025, Kota Probolinggo menunjukkan komitmennya dalam mendukung tumbuhnya generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Fast building bukan hanya tentang kecepatan, tetapi tentang bagaimana anak-anak belajar berpikir sistematis, menyelesaikan masalah, dan percaya pada kemampuannya sendiri,” ujar Gamma Kristian, Founder Robotku School. Robotku School berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sebagai agenda tahunan, menjadi ruang lahirnya calon inovator, engineer, dan problem solver masa depan dari Kota Probolinggo. Robotku SchoolCreating Technology Creator.

Selengkapnya Pendidikan
Gamma Kristian 1 December 2025
Membangun Generasi Tanggap Teknologi: Road to Walikota Cup Robotic Competition 2025

Probolinggo, Desember 2025 — Di era teknologi yang semakin maju, kemampuan adaptasi, kreativitas, dan ketangguhan berpikir menjadi keterampilan penting bagi generasi muda. Menjawab kebutuhan tersebut, Robotku School kembali menghadirkan Walikota Cup: Robotic Competition 2025, dengan konsep Fast Building Robotics, sebuah kompetisi merakit robot cepat yang menekankan ketelitian, kerja tim, dan kemampuan teknis dasar. Kompetisi ini digelar pada 13–14 Desember 2025, mempertemukan puluhan pelajar SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Probolinggo dalam satu arena edukasi teknologi yang seru dan menantang. Fast Building: Merakit Cepat, Memastikan Robot Berfungsi Sempurna Dalam konsep fast building, peserta tidak membawa robot jadi. Mereka merakit langsung di tempat lomba dengan waktu terbatas — mulai dari menyusun komponen, memasang kabel dan motor, hingga memastikan robot dapat bergerak maju, mundur, kanan, dan kiri dengan stabil. Konsep ini mengajarkan peserta untuk: berpikir cepat dalam keterbatasan waktu, memahami dasar mekanik dan elektronika sederhana, memastikan kualitas perakitan, dan melakukan troubleshooting cepat jika robot tidak berjalan sesuai harapan. Inilah esensi utama yang membangun generasi tanggap teknologi.   Road to Walikota Cup: Technical Meeting Berjalan Lancar Sebelum hari lomba, Robotku School telah menggelar technical meeting tanggal 22 November 2025 sebagai langkah penting menuju kompetisi. Seluruh peserta dan guru pembimbing mendapatkan briefing lengkap mengenai: komponen kit yang digunakan per kategori, aturan perakitan dan waktu pengerjaan, standar penilaian (kerapian, ketelitian, fungsi gerak), cara uji coba gerak robot, alur lomba dari awal hingga akhir, hingga simulasi troubleshooting sederhana. Antusiasme peserta begitu besar — banyak yang langsung memegang komponen dan mulai membayangkan bagaimana strategi merakit cepat namun tetap rapi dan berfungsi maksimal.   Kategori Lomba: Fokus pada Perakitan dan Uji Fungsi Gerak Kategori disusun agar setiap jenjang dapat mengikuti tantangan sesuai kemampuannya: 1. Beginner (SD Kelas 1–3): LEGO Robot Fast Building Peserta merakit robot sederhana berbasis LEGO, melatih kreativitas, koordinasi tangan, serta pemahaman dasar mengenai bentuk dan fungsi mekanik. 2. Basic (SD Kelas 4–6): DIY Acrylic Robot Soccer - Uji Fungsi Gerak Dasar Peserta merakit DIY kit akrilik, memasang motor, roda, switch, dan kabel. Tantangannya adalah memastikan robot dapat bergerak maju, mundur, belok kanan dan kiri dengan lancar. Penilaian fokus pada kerapian dan stabilitas robot. 3. Intermediate (SMP Kelas 7–9): DIY Robot Transporter - Fast Assembly & Movement Test Peserta merakit robot transporter, memasang motor dan rangka, lalu menguji apakah robot dapat bergerak dengan stabil di semua arah. Misi utamanya bukan pada memindahkan objek, tetapi memastikan konstruksi kuat dan sistem gerak berfungsi sempurna. Dengan sistem ini, semua peserta dapat belajar dasar robotik secara nyata, mulai dari memahami komponen hingga memastikan hasil rakitan bekerja optimal.   Tujuan Besar: Menyiapkan Generasi yang Siap Teknologi Robotku School ingin kompetisi ini menjadi sarana untuk: memperkenalkan robotik dasar kepada anak sejak dini, menanamkan kebiasaan teliti dan problem solving, meningkatkan minat belajar STEM, memperkuat kemampuan kerja sama, serta membangun rasa percaya diri anak terhadap teknologi. Di era digital, anak-anak perlu lebih dari teori. Mereka harus menyentuh, mencoba, dan memperbaiki robot secara langsung, sebuah pengalaman yang tidak tergantikan.   Menuju 13–14 Desember: Probolinggo Bersiap Menyambut Inovasi Anak Bangsa Dengan technical meeting yang sudah berjalan sukses, seluruh peserta mulai memasuki fase akhir latihan: belajar merakit cepat, memastikan kabel terpasang benar, dan mencoba berbagai troubleshooting agar robot mereka siap bertanding. “Fast building adalah latihan nyata untuk menghadapi tantangan era teknologi. Anak-anak belajar berpikir cepat, bekerja sistematis, dan membuat robot yang benar-benar berfungsi,” ujar Gamma Kristian, Founder Robotku School. Robotku School berharap Walikota Cup 2025 menjadi agenda tahunan yang memperkuat budaya inovasi dan teknologi di Kota Probolinggo. Robotku School - Creating Technology Creator.

Selengkapnya Teknologi
Gamma Kristian 24 November 2025
Cerita di Balik Kemenangan Robotku School di UMi Youthpreneur 2025 dan Mimpi Besar untuk Anak-Anak Daerah

Membuka Jalan Generasi Probolinggo Menuju Masa Depan Teknologi Di tengah hiruk-pikuk perkembangan teknologi, ada satu mimpi sederhana yang terus kami jaga di Robotku School: anak daerah berhak punya kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan bersaing di dunia digital yang terus bergerak cepat. Beberapa waktu lalu, mimpi itu mendapat panggung besarnya ketika Gamma Kristian, founder Robotku School berhasil meraih Juara 1 UMi Youthpreneur 2025, sebuah kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan RI. Namun, kemenangan itu bukan sekadar piala.Ia adalah cerita panjang tentang perjalanan seorang anak daerah yang percaya bahwa perubahan besar bisa dimulai dari sebuah meja kecil, solder bekas, dan anak-anak yang berani bermimpi. Teknologi Harus Bisa Dirasakan Semua Anak, Termasuk Anak Daerah Sejak awal berdiri, Robotku School hadir membawa misi agar anak-anak di Kota Probolinggo tidak hanya menjadi penonton perkembangan teknologi, tetapi menjadi pelaku dan pencipta. Di sekolah robotik dan coding ini, anak-anak tidak diajak sekadar menghafal kode atau merakit robot secara mekanis. Mereka diajak mengalami prosesnya, mencoba, gagal, mencoba lagi, dan merayakan setiap kemajuan kecil yang mereka buat. Konsep pembelajaran yang kami bawa menekankan: STEAM Learning(Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics) Soft Skill Generasi Masa Depanseperti teamwork, communication, problem solving, dan design thinking Mindset Reuse & Recyclebanyak komponen robot dibuat dari akrilik bekas workshop lokal Project-Based Learninganak membuat karya nyata yang bisa mereka banggakan Karena kami percaya, teknologi tidak hanya tentang mesin, tapi tentang memberdayakan manusia. Foto Gamma Kristian Founder Robotku School pitching Dari Bengkel Kecil ke Panggung Nasional Gamma memulai Robotku School dari ruang kecil yang penuh kabel, potongan rangka robot, dan papan-papan kayu yang menunggu disolder. Dari tempat itulah benih mimpi besar dirawat. Ia melihat bagaimana anak-anak Probolinggo membutuhkan ruang belajar teknologi yang aman, menyenangkan, dan penuh eksplorasi. Ruang yang membuat mereka merasakan:  “Ternyata aku bisa membuat robotku sendiri.” “Ternyata coding itu seru.” “Ternyata aku bisa memecahkan masalah.” Ketika Robotku School berkembang, kesempatan pun muncul: UMi Youthpreneur 2025. Kami membawa gagasan robotik berbasis reuse material, sekolah coding untuk anak usia 5–18 tahun, dan kolaborasi pendidikan lintas sekolah. Dari lebih dari 1.500 peserta, usahanya terpilih masuk 80 besar semua kategori, lalu 5 besar setiap kategori, mengikuti mentoring, pitching, hingga akhirnya naik ke panggung final di Jakarta. Dan di sanalah robot kecil dari Kota Probolinggo mengalahkan keraguan banyak orang. Foto Finalist Pitching UMI Youthpreneur 2025 kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan RI. Ketika Anak-Anak Tersenyum, Semua Perjuangan Terbayar Di balik kemenangan itu, ada momen sederhana yang selalu diceritakan Gamma:melihat anak-anak tersenyum sambil memegang robot karya mereka. “Di situ saya merasa… usaha ini benar-benar berarti.” Robotku School bukan hanya tentang teknologi.Ia adalah tentang harapan, ruang aman, dan peluang baru bagi anak-anak daerah untuk melihat masa depan yang lebih besar dari lingkungannya. Ketika anak Probolinggo bisa berkarya, membuat robot, menulis kode, dan percaya bahwa mereka bisa bersaing secara nasional,maka perubahan sesungguhnya sudah dimulai. Mimpi Kami: Probolinggo Menjadi Rumah Generasi Teknologi Robotku School ingin menjadi jembatan agar anak-anak daerah tidak tertinggal. Kami ingin: menghadirkan kelas robotik & coding yang berkualitas membangun komunitas kreatif anak muda berkolaborasi dengan sekolah-sekolah membuka akses pendidikan teknologi yang setara membuktikan bahwa anak daerah bisa bersaing, bahkan memimpin Kemenangan UMi Youthpreneur 2025 hanyalah pembuka jalan.Perjalanan yang lebih besar sedang dimulai dan kami ingin kamu menjadi bagian dari cerita ini. Foto Tim Robotku School Robotku School: Dari Probolinggo, Untuk Masa Depan Indonesia Karena masa depan bukan tentang siapa yang paling dekat dengan pusat kota,tapi siapa yang paling berani memulai.

Selengkapnya Pendidikan
Gamma Kristian 26 August 2025
Gamma Kristian, Founder Robotku School Dukung Ruang Muda: Pemuda Inovatif, Probolinggo Menyala

Kota Probolinggo kembali menjadi sorotan dengan terselenggaranya kegiatan Ruang Muda: Pemuda Berkarya, Probolinggo Menyala pada 25–26 Juni 2025 di Kampung Seni TRA. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) bersama Forum Muda Probolinggo, menghadirkan 100 anak muda untuk mengikuti diskusi, city tour, dan forum kelompok kecil. Sebagai bagian dari pengurus Forum Muda Probolinggo, Gamma Kristian—founder Robotku School—turut terlibat aktif dalam kegiatan ini. Ia melihat langsung bagaimana anak muda Probolinggo berani menyuarakan ide, terutama saat FGD (Focus Group Discussion) yang membahas topik inovasi, kreativitas, dan teknologi. Ruang Aman untuk Ide Dalam sesi FGD, setiap kelompok difasilitasi untuk berdiskusi, mengidentifikasi masalah di sekitar mereka, dan merumuskan gagasan. Beberapa kelompok berbicara soal pemberdayaan UMKM, keberlanjutan lingkungan, hingga peluang pemuda di bidang teknologi. Gamma menilai proses ini sangat penting: “Kadang ide besar lahir dari forum kecil. Yang dibutuhkan adalah ruang aman untuk menyampaikan gagasan, lalu dukungan agar ide itu bisa tumbuh,” ujarnya. Inovasi, Teknologi, dan Masa Depan Kota Meski acara ini tidak langsung berbentuk pelatihan teknologi, diskusi mengenai inovasi dan teknologi menjadi pintu masuk yang relevan. Gamma, melalui pengalaman di Robotku School, memberi contoh bagaimana literasi digital, coding, dan robotik dapat menjadi alat nyata untuk menjawab keresahan masyarakat. Misalnya, ketika peserta membahas isu pengelolaan sampah, Gamma mendorong mereka berpikir: bagaimana jika ada sensor otomatis untuk deteksi volume sampah? Atau ketika bicara pemberdayaan UMKM, bagaimana jika dibuat aplikasi sederhana yang bisa memperluas pasar lokal? Inilah cara Gamma menghubungkan diskusi Ruang Muda dengan visi Youth City Changers—anak muda yang tidak hanya menyuarakan ide, tapi juga menciptakan solusi berbasis inovasi. Kolaborasi yang Terbangun Kegiatan Ruang Muda juga melibatkan Wali Kota Probolinggo, Wakil Wali Kota, DPRD Kota, HIPMI, hingga komunitas kreatif. Kolaborasi ini menegaskan bahwa membangun kota bukanlah pekerjaan satu pihak, melainkan kerja bersama. Robotku School memandang kehadiran anak muda dalam forum ini sebagai langkah strategis. Mereka tidak hanya menjadi penerus estafet pembangunan, tetapi juga motor penggerak inovasi. Dengan ruang partisipasi yang tepat, pemuda bisa berperan aktif membentuk kota yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Probolinggo Menyala Bagi Robotku School, momentum ini adalah pengingat bahwa pendidikan teknologi tidak boleh berhenti di ruang kelas. Anak-anak muda perlu dibiasakan berpikir kritis, berani menyampaikan ide, dan mampu mengubah keresahan menjadi peluang. Gamma Kristian menegaskan: “Probolinggo punya modal besar berupa energi anak muda. Tinggal bagaimana kita mengarahkan energi itu pada karya yang berdampak. Coding dan robotik hanyalah salah satu cara, tapi intinya adalah melatih anak muda berpikir solutif.” Dengan semangat itu, Robotku School berkomitmen terus mendukung inisiatif anak muda Probolinggo. Ruang Muda hanyalah awal. Selanjutnya, tantangan kita bersama adalah memastikan ide-ide tersebut diwujudkan menjadi program yang berkesinambungan. Pemuda Berkarya, Probolinggo Menyala!

Selengkapnya Teknologi
Gamma Kristian 22 August 2025
Dari Kota Seribu Taman Menuju Kota Robotik: Pameran Robotku School dan Harapan Baru Pendidikan Anak

Beberapa tahun lalu, Probolinggo dikenal luas dengan sebutan Kota Seribu Taman. Indah, hijau, dan penuh nuansa teduh. Namun, di balik keindahan itu, sebuah gerakan baru mulai lahir: gerakan teknologi, kreativitas, dan pendidikan masa depan. Dan salah satu pionir yang mengusung semangat ini adalah Robotku School, sebuah lembaga coding dan robotik anak-anak yang kini berkembang pesat di Probolinggo dan sekitarnya. Hari itu, Jumat-Sabtu (20–21 Desember), suasana Rumah Batik Kota Probolinggo di Jalan Mastrip, Kelurahan Kanigaran, begitu berbeda. Biasanya ruang itu dipenuhi karya batik tradisional, namun kali ini meja-meja berisi robot mini, sensor, Arduino, dan kit coding anak-anak berjajar rapi. Anak-anak kecil dengan wajah penasaran berdesakan, sementara orang tua mereka tersenyum bangga. Acara ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Probolinggo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Robotku School yang telah menghadirkan pameran robotik pertama di Probolinggo. Wali Kota menekankan pentingnya pendidikan berbasis teknologi sejak usia dini agar anak-anak Probolinggo mampu bersaing di era digital. “Kami mendukung penuh inisiatif seperti ini, karena membekali anak-anak dengan coding dan robotik berarti mempersiapkan masa depan kota ini,” ujar beliau. Inilah momen bersejarah: Pameran Robotik pertama di Kota Probolinggo. Mengapa Robotik untuk Anak Usia Dini? “Kalau anak kecil kan tidak tahu nanti ingin jadi apa. Jadi, kami kenalkan kalau ada profesi sebagai programmer, pembuat game, pembuat robot seperti ini,” ujar Gamma Kristian Adikurnia, pendiri Robotku School, yang kini berusia 29 tahun. Gamma, dengan gaya komunikatif dan penuh semangat, menjelaskan tujuan sederhana namun besar: mengajarkan anak-anak untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta teknologi. Hari ini, hampir semua anak sudah akrab dengan gadget. Mereka bisa betah berjam-jam menatap layar, entah bermain game atau scrolling YouTube. “Kami ingin mengajarkan anak untuk lebih kreatif dan main gadget tapi bermanfaat. Dari main game terus, mending kita buat game sendiri,” tegas Gamma. Itulah filosofi Robotku School: dari konsumtif menjadi produktif. Dari hanya memakai, menjadi pembuat. Coding Probolinggo: Dari Mainan Menjadi Bekal Masa Depan Pameran ini bukan sekadar memajang robot. Ada tiga level robot yang ditampilkan: beginner, basic, dan intermediate. Mulai dari robot sederhana yang bisa bergerak otomatis ketika mendeteksi halangan, hingga robot yang bisa diprogram untuk melakukan tugas tertentu. Robot-robot ini tidak dibuat untuk mempersulit anak, tetapi justru untuk membuka imajinasi mereka. Anak-anak bisa langsung mencoba menekan tombol, memasang sensor, hingga melihat bagaimana sebuah instruksi coding sederhana bisa membuat mesin bergerak. Di sinilah letak kekuatan coding Probolinggo yang sedang dikampanyekan Robotku School. Coding bukan hanya barisan angka rumit di layar komputer. Coding bisa jadi menyenangkan, bisa dimainkan seperti puzzle, bahkan bisa dijadikan permainan edukatif untuk anak usia dini. Anak-anak yang awalnya hanya tahu cara menyalakan tablet, kini bisa tahu bahwa robot bisa “berjalan” karena mereka memberi instruksi. Bahwa game tidak tercipta begitu saja, tetapi ada orang-orang kreatif yang membuatnya. Dan bisa jadi, salah satunya kelak lahir dari Probolinggo. Kolaborasi Pendidikan: Dari Kampus ke Sekolah Robotku School tidak berdiri sendiri. Dalam pameran ini, mereka menggandeng AMIK Taruna, Universitas Panca Marga, dan SMKN 1 Probolinggo. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan tinggi, pendidikan vokasi, dan lembaga non-formal bisa saling menguatkan. Robot-robot yang dipamerkan sebagian memang dibuat sesederhana mungkin agar mudah dipahami anak-anak. Tapi di balik itu ada nilai penting: robotik bukan hal eksklusif. Ia bisa diakses, dipahami, dan dimainkan siapa saja. Bahkan anak usia 5–7 tahun bisa ikut mencoba. Salah satu pengunjung, Rahayu Kulyaningsih (59), seorang guru SD di Kota Probolinggo, mengaku terkesan. Ia sengaja mengajak murid-murid dan cucunya datang ke pameran. “Murid saya ini memang hobi robotika. Sudah pernah buat robot sederhana di sekolah makanya saya bawa untuk lihat pameran. Saya juga sengaja mengajak cucu karena dia juga tertarik dengan robotika,” ujarnya. Dukungan guru seperti Rahayu menjadi bukti bahwa robotik Probolinggo bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan pendidikan masa depan. Robotik sebagai Sarana Kreativitas dan Hiburan Salah satu tantangan terbesar pendidikan anak di era digital adalah bagaimana membuat mereka belajar sambil bermain. Anak usia dini sering kali cepat bosan jika hanya diberi teori. Tapi ketika mereka bisa menyentuh, mencoba, bahkan bermain dengan robot, mereka antusias. Robotku School memahami hal ini. Karena itu, pameran mereka tidak hanya display, tapi juga interaktif. Anak-anak bisa mencoba langsung, orang tua bisa bertanya, bahkan guru bisa mendapat inspirasi untuk dibawa ke kelas. Robotik di sini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga melatih logika, kerjasama, dan kreativitas. Anak-anak belajar bahwa setiap robot harus dirancang, diprogram, dan diuji. Tidak selalu langsung berhasil. Ada proses trial and error, yang justru melatih mental pantang menyerah. Robotku School: Dari Probolinggo ke Kraksaan, Paiton, hingga Surabaya Tidak berhenti di pameran, Robotku School terus melebarkan sayapnya. Dari pusatnya di Kota Probolinggo, kini Robotku School sudah hadir di Kraksaan, Paiton, dan Surabaya. Di setiap cabang, program yang ditawarkan sama: kelas coding dan robotik untuk anak usia 5–17 tahun. Program ini disusun berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics), dengan pendekatan menyenangkan, berbasis proyek, dan sesuai dengan perkembangan psikologis anak. Gamma Kristian menegaskan bahwa Robotku School bukan sekadar kursus tambahan. “Kami ingin anak-anak punya bekal sejak dini. Jadi ketika mereka SMP, SMA, atau kuliah nanti, mereka sudah terbiasa dengan dunia teknologi. Tidak kaget, tidak minder, tapi justru percaya diri,” katanya. Inilah alasan mengapa Robotku School berani menggelar pameran perdana di Probolinggo. Sebagai bukti bahwa anak-anak Probolinggo punya potensi besar, hanya perlu ruang untuk tumbuh. Mengapa Probolinggo Butuh Coding dan Robotik? Pertanyaan besar mungkin muncul: mengapa harus coding? mengapa robotik? Jawabannya sederhana: karena dunia bergerak ke sana. Profesi masa depan, dari dokter, arsitek, hingga seniman, semuanya akan bersentuhan dengan teknologi. Dan coding adalah bahasa baru yang harus dikuasai. Probolinggo tidak bisa hanya bangga dengan taman-taman indahnya. Kota ini juga perlu menyiapkan generasi yang siap bersaing di dunia digital. Dengan adanya lembaga seperti Robotku School, coding Probolinggo bukan lagi impian, tapi kenyataan yang bisa dijalani sejak usia dini. Penutup: Dari Probolinggo untuk Indonesia Pameran robotik pertama di Kota Probolinggo ini bukan sekadar acara sehari dua hari. Ia adalah simbol perubahan. Bahwa Probolinggo bisa, bahwa anak-anak Probolinggo berhak mendapat akses pendidikan teknologi terbaik. Dari meja-meja kecil penuh robot sederhana itu, mungkin lahir seorang penemu besar di masa depan. Dari anak yang awalnya hanya penasaran menekan tombol robot, bisa jadi kelak lahir seorang programmer game, insinyur, atau bahkan entrepreneur teknologi. Robotku School telah memulai langkah kecil ini. Kini, saatnya seluruh orang tua, guru, sekolah, bahkan pemerintah ikut mendukung. Karena masa depan bukan hanya milik kota besar. Masa depan juga bisa lahir dari Probolinggo.

Selengkapnya Pendidikan
Gamma Kristian 21 August 2025
Probolinggo Robotic Competition 2024: Melahirkan Generasi Cerdas Teknologi dari Kota Bayuangga

Probolinggo Robotic Competition 2024: Melahirkan Generasi Cerdas Teknologi dari Kota Bayuangga Probolinggo semakin dikenal bukan hanya karena wisata alam, kuliner, atau budayanya, tetapi juga melalui geliat pendidikan teknologi yang berkembang pesat. Salah satu tonggak besarnya adalah terselenggaranya Probolinggo Robotic Competition 2024, sebuah ajang bergengsi yang mempertemukan puluhan siswa dari berbagai sekolah untuk beradu kreativitas, logika, dan inovasi di bidang robotik Probolinggo. Kompetisi ini bukan sekadar lomba adu cepat atau pamer kecanggihan robot. Lebih dari itu, Probolinggo Robotic Competition adalah ruang belajar kolaboratif yang menanamkan nilai logika, kerja sama, sportivitas, sekaligus memperkenalkan pentingnya coding Probolinggo sebagai fondasi masa depan generasi muda.   Ajang Bergengsi untuk Anak Muda Probolinggo Kegiatan yang berlangsung di GM Probolinggo ini menjadi magnet bagi ratusan pengunjung, orang tua, guru, hingga komunitas teknologi lokal. Sorak-sorai dan semangat peserta yang mayoritas masih duduk di bangku SD hingga SMP menjadikan suasana semakin meriah. Dengan tema “Membangun Generasi Digital Kreatif dan Inovatif”, lomba ini menghadirkan berbagai kategori mulai dari tingkat TK, SD kelas awal, hingga SD kelas atas. Peserta berlomba bukan hanya untuk meraih piala, tetapi juga mengasah kemampuan mereka dalam merancang, merakit, dan memprogram robot. Hal ini sejalan dengan visi besar Kota Probolinggo untuk mendorong tumbuhnya generasi yang melek teknologi sejak dini. Banyak guru dan orang tua yang awalnya ragu, namun setelah melihat hasil karya anak-anak mereka di atas panggung, muncul rasa bangga sekaligus kesadaran baru bahwa robotik Probolinggo bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan penting di era digital. Robotik Probolinggo: Dari Hobi Menjadi Arah Masa Depan Kompetisi ini menunjukkan bahwa anak-anak Probolinggo memiliki potensi luar biasa. Dengan bimbingan dari komunitas seperti Robotku School, mereka mampu menciptakan karya robotik yang berfungsi nyata. Ada yang membuat robot pemadam soccer, pemadam, dan transporter. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa coding Probolinggo tidaklah sulit jika dipelajari sejak dini. Justru coding bisa menjadi media bermain sambil belajar yang menyenangkan. Misalnya, ketika mereka menulis kode sederhana agar robot bisa bergerak maju, berbelok, atau berhenti saat mendeteksi rintangan. Dari hal-hal kecil inilah logika berpikir anak mulai terbentuk. Banyak peserta yang awalnya baru mengenal coding, namun setelah mengikuti pelatihan singkat sebelum lomba, mereka mampu memahami dasar-dasar algoritma. Fakta ini membuktikan bahwa anak-anak Probolinggo siap untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi jika terus difasilitasi. Kolaborasi Robotku School dan Syalom Education Center Salah satu hal yang membuat Probolinggo Robotic Competition 2024 semakin istimewa adalah kolaborasi antara Robotku School dengan Syalom Education Center. GM Probolinggo menjadi tuan rumah kegiatan ini, sementara Syalom Education Center menjadi partner penyelenggara dalam lomba robotiik ini. Kolaborasi ini membuktikan bahwa dunia pendidikan di Probolinggo bisa saling melengkapi. Robotku School berfokus pada pengembangan teknologi melalui coding Probolinggo dan robotik, sementara Syalom Education Center menghadirkan pendekatan pendidikan yang menyenangkan dan dekat dengan anak-anak. Dengan bersatu, keduanya berhasil menghadirkan event yang bukan hanya lomba robotik, tetapi juga pameran pendidikan terpadu yang menarik bagi anak, guru, maupun orang tua. Kolaborasi seperti ini diharapkan bisa terus berlanjut, bahkan diperluas dengan melibatkan lebih banyak sekolah, komunitas, dan stakeholder di Kota Probolinggo. Kemeriahan Acara dan Para Juara Sorak kemenangan pecah saat para juara diumumkan. Dengan bangga, para siswa mengangkat piala dan papan besar bertuliskan Juara 1, Juara 2, Juara 3, hingga kategori Harapan. Misalnya, pada tingkat SD kelas 4–6, tampak wajah-wajah sumringah para pemenang ketika nama mereka dipanggil ke atas panggung. Tidak kalah meriah, dukungan orang tua yang hadir memberikan tepuk tangan dan semangat seolah-olah seluruh anak yang bertanding adalah juara. Kebahagiaan ini bukan hanya milik para pemenang, tetapi juga semua peserta yang telah berjuang. Karena esensi dari Probolinggo Robotic Competition 2024 adalah proses belajar, keberanian mencoba, serta semangat untuk terus berkembang di bidang teknologi. Coding Probolinggo: Investasi Literasi Baru Salah satu hal paling menarik dari kompetisi ini adalah bagaimana panitia menekankan pentingnya coding Probolinggo sebagai literasi baru di abad 21. Jika dahulu literasi hanya diidentikkan dengan membaca dan menulis, kini literasi digital dan logika pemrograman menjadi kompetensi yang tak kalah penting. Melalui coding, anak-anak belajar berpikir sistematis. Mereka tidak hanya menebak-nebak, tetapi menyusun instruksi logis yang akan dijalankan robot. Misalnya: jika sensor mendeteksi objek, maka robot berhenti. Prinsip if-then sederhana ini ternyata sangat efektif untuk melatih logika berpikir anak sejak kecil. Di masa depan, kemampuan ini akan sangat dibutuhkan, baik mereka ingin menjadi insinyur, dokter, wirausahawan, maupun pekerja kreatif. Semua bidang kini bersentuhan dengan teknologi. Oleh karena itu, robotik Probolinggo menjadi pintu masuk yang tepat untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman. Kolaborasi Sekolah, Robotku School, dan Orang Tua Terselenggaranya Probolinggo Robotic Competition 2024 tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak: sekolah, komunitas, dan orang tua Pihak sekolah berperan penting dengan mendorong siswanya untuk ikut serta, bahkan menyiapkan ekstrakurikuler robotik di lingkungan pendidikan. Komunitas seperti Robotku School hadir memberikan pelatihan dan pendampingan agar anak-anak memiliki bekal sebelum bertanding. Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan bisa memberikan dukungan lebih luas, misalnya dengan mengakui sertifikat lomba ini sebagai nilai tambah dalam proses akademik siswa. Jika kolaborasi ini terus berlanjut, bukan mustahil Probolinggo akan dikenal luas sebagai salah satu kota dengan ekosistem robotik terbaik di Indonesia. Harapan untuk Masa Depan Robotik Probolinggo Melihat antusiasme yang begitu tinggi, ke depan diharapkan Probolinggo Robotic Competition dapat menjadi agenda tahunan resmi. Tidak hanya lomba, tetapi juga festival teknologi yang melibatkan pameran karya, seminar coding, hingga workshop bagi guru. Bayangkan jika setiap sekolah di Probolinggo memiliki minimal satu tim robotik, lalu mereka rutin bertemu dalam ajang kompetisi sehat. Hal ini akan mempercepat lahirnya generasi muda Probolinggo yang tidak hanya pintar, tetapi juga inovatif, kreatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, perlu ada dukungan infrastruktur, seperti laboratorium coding di sekolah, pusat pelatihan robotik, hingga akses terhadap kit robot murah yang bisa digunakan semua siswa. Dengan demikian, coding Probolinggo benar-benar bisa diakses oleh seluruh anak, bukan hanya mereka yang berada di sekolah tertentu. Kesimpulan Probolinggo Robotic Competition 2024 bukan hanya kompetisi biasa, tetapi momentum lahirnya gerakan besar dalam pendidikan teknologi di Kota Probolinggo. Ajang ini memperlihatkan bahwa anak-anak bisa memahami coding Probolinggo dan menghasilkan karya nyata melalui robotik Probolinggo. Lebih dari sekadar lomba, ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan. Dengan membekali generasi muda dengan keterampilan logika, kreativitas, dan kolaborasi, Probolinggo sedang mempersiapkan diri menjadi kota yang bukan hanya indah secara alam, tetapi juga maju dalam bidang teknologi dan inovasi. Dari panggung kompetisi robotik, lahirlah harapan baru: anak-anak Probolinggo siap menjadi pemimpin masa depan dengan ide, karya, dan teknologi di tangan mereka.

Selengkapnya Pendidikan
Gamma Kristian 19 August 2025
Robotku School, Lembaga Coding, Robotik dan AI Pertama di Probolinggo!

Tentang Kami – Robotku School Robotku School adalah sekolah robotik dan coding berbasis STEAM (Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika) yang hadir untuk membekali generasi muda dengan keterampilan masa depan. Kami berfokus pada anak usia 5–17 tahun, mulai dari tingkat TK hingga SMA, dengan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan berbasis eksperimen. Dengan tagline #BikinRobotMu&GameMuSendiri, Robotku School mendorong setiap siswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta (creator) yang mampu merancang solusi inovatif. Mengapa Robotku School? Kurikulum Berbasis STEAM Dirancang untuk membangun logika berpikir, kreativitas, problem solving, serta kolaborasi. Materi mulai dari pengenalan robotik sederhana, visual block coding, Arduino, hingga kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT). Metode Pembelajaran Interaktif Belajar melalui praktik langsung, project nyata, dan aktivitas berbasis permainan. Membuat sains dan matematika lebih mudah dipahami serta relevan dengan kehidupan sehari-hari. Program Unggulan Kelas Reguler & Private di Learning Center (Probolinggo & Surabaya). Ekstrakurikuler & Robotku Goes To School: membawa robotik & coding langsung ke sekolah mitra. Kelas Industri & Kompetisi: membekali siswa dengan pengalaman dunia kerja, lomba robotik, hingga pameran teknologi. Kolaborasi untuk Sekolah Mendukung sekolah dalam memperkuat kurikulum IT dan STEAM. Menyediakan trainer profesional, kurikulum terstruktur, serta kit robotik yang siap pakai. Menjadi mitra sekolah dalam mengembangkan branding sebagai sekolah berbasis teknologi masa depan. Visi Kami Membentuk generasi inovatif masa depan yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi nyata melalui coding, robotik, dan kreativitas. Lokasi Robotku School yang dibuka oleh pemuda asli Probolinggo telah membuka learning centernya di Probolinggo & Surabaya.   Dengan pengalaman, kurikulum teruji, serta jaringan komunitas robotik yang aktif, Robotku School siap menjadi mitra strategis sekolah dalam menyiapkan siswa menghadapi era digital dan revolusi industri 4.0.  

Selengkapnya Pendidikan
Gamma Kristian 15 August 2025
Founder Robotku School, Gamma Kristian Bahas Literasi Bahasa dan Logika Berbasis Coding di Diklat Nasional Kota Probolinggo

Probolinggo, 4 Juni 2025 — Robotku School kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan teknologi di Kota Probolinggo. Kali ini, pendirinya, Gamma Kristian, B.Sc., hadir sebagai keynote speaker dalam Diklat Nasional 32 JP bertema "Meningkatkan Literasi Bahasa dan Logika Menggunakan Coding Dasar Berbasis Kurikulum Deep Learning di Kelas Awal". Acara ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat ekosistem coding Probolinggo, robotik, dan AI Kota Probolinggo di dunia pendidikan dasar. Acara yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kota Probolinggo ini dihadiri oleh pembicara dari berbagai latar belakang, di antaranya: Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd. – Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kota Probolinggo Indah Yulianti, M.Pd. – Ketua PC ISNU Kota Probolinggo Terza Travelancya D.P., M.Pd. – Dosen Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Gamma Kristian, B.Sc. – Technopreneur, Founder Robotku School Membawa Konsep Coding Dasar ke Dunia Pendidikan Dasar Dalam pemaparannya, Gamma Kristian memperkenalkan konsep coding dasar yang telah menjadi bagian dari pembelajaran di Robotku School. Materi dimulai dari metode unplugged (tanpa perangkat) yang mengajarkan logika berpikir secara sederhana, dilanjutkan dengan metode plugged menggunakan perangkat digital. Peserta juga diajak mencoba Code Monkey Games, sebuah platform pembelajaran interaktif yang mengajarkan konsep STEM seperti sudut, jarak, dan pemecahan masalah dengan cara menyenangkan. Pendekatan ini sejalan dengan misi Robotku School dalam memajukan coding Probolinggo dan memperluas akses belajar robotik sejak dini. Gamma menegaskan bahwa coding bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi sarana melatih keterampilan berpikir logis, kritis, dan kreatif yang sangat dibutuhkan di abad 21. Penerapan AI Kota Probolinggo dalam pembelajaran juga menjadi topik penting, agar guru mampu memanfaatkan teknologi terkini untuk meningkatkan mutu pengajaran. Sinergi untuk Literasi Digital di Kota Probolinggo Keterlibatan Robotku School dalam diklat ini sejalan dengan misinya membangun ekosistem pendidikan teknologi yang berkelanjutan di Kota Probolinggo. Kolaborasi antara praktisi, pemerintah daerah, dan organisasi profesi menjadi langkah strategis untuk memastikan guru-guru siap mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar, termasuk lomba coding Probolinggo yang menjadi salah satu program unggulan. Antusiasme Peserta dan Dampak Jangka Panjang Ruang aula dipenuhi peserta yang antusias, berdiskusi, dan mencoba langsung berbagai ide pembelajaran berbasis coding dan AI. Suasana interaktif ini membuktikan bahwa guru-guru memiliki semangat tinggi untuk mengadopsi metode pembelajaran modern. Dengan partisipasi aktif dalam acara ini, Robotku School menegaskan perannya sebagai motor penggerak literasi digital, robotik, dan AI Kota Probolinggo. “Kami percaya, penguasaan literasi bahasa dan logika yang dikombinasikan dengan coding Probolinggo sejak dini akan menjadi bekal penting bagi generasi mendatang,” ujar Gamma Kristian. Melalui langkah ini, Robotku School berharap lebih banyak sekolah di Kota Probolinggo yang berani menerapkan teknologi seperti coding, robotik, dan AI dalam kurikulum mereka—mempercepat lahirnya generasi kreatif, adaptif, dan siap bersaing di masa depan.  

Selengkapnya Pendidikan
Gamma Kristian 14 August 2025
Robotku School Sukses Gelar Muhammadiyah Cup Robotic Competition 2025 di Probolinggo

Probolinggo, 23 Juni 2025 — Robotku School kembali menorehkan prestasi sebagai pelopor kegiatan edukasi teknologi di Kota Probolinggo dengan sukses menyelenggarakan Muhammadiyah Cup Robotic Competition 2025. Ajang ini menjadi tonggak sejarah baru bagi pendidikan coding, robotik, dan AI Kota Probolinggo, mempertemukan puluhan pelajar tingkat SD/MI dan SMP/MTs dalam satu kompetisi yang memadukan kreativitas, logika, dan semangat kompetitif. Bertempat di Graha Ahmad Dahlan, acara ini menjadi arena pembuktian bahwa anak-anak Probolinggo mampu berinovasi dan berkreasi di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) sejak dini. Robotku School menjadi penggagas dan pengelola utama kompetisi ini, mulai dari perencanaan konsep, desain lomba, pelatihan peserta, hingga pelaksanaan teknis di lapangan. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan fasilitas dari Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Kota Probolinggo yang memfasilitasi penggunaan Graha Ahmad Dahlan sebagai lokasi acara. Persiapan Matang untuk Kompetisi Berkualitas Persiapan lomba dilakukan secara detail oleh tim Robotku School. Mulai dari penyusunan kategori lomba yang sesuai jenjang pendidikan, pembuatan modul pelatihan coding dan robotik, hingga uji coba arena lomba, semua dikerjakan dengan standar tinggi. Peserta dibekali kelas persiapan lomba coding Probolinggo yang dirancang untuk membangun keterampilan berpikir logis, kreatif, dan pemahaman teknis robotik. Tiga kategori lomba yang disiapkan antara lain: Beginner (SD Kelas 1–3): Robot Soccer Basic (SD Kelas 4–6): Robot Pemadam Intermediate (SMP Kelas 7–9): Robot Transporter Setiap kategori dirancang agar anak-anak bisa belajar sekaligus bersaing secara sportif. Partisipasi yang Melampaui Target Total 66 peserta ikut ambil bagian—angka yang melampaui ekspektasi awal panitia. Suasana di lokasi lomba begitu hidup, dengan sorak-sorai penonton dan antusiasme peserta yang berjuang menyelesaikan misi robot masing-masing. Tim teknis Robotku School memastikan setiap pertandingan berjalan lancar dan aman, sekaligus menjadi pendamping peserta di setiap tahap lomba. Mencetak Generasi Melek Teknologi di Kota Probolinggo Bagi Robotku School, kompetisi ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan era digital. Melalui lomba ini, anak-anak belajar coding, memecahkan masalah dengan robotik, dan mengenal potensi AI Kota Probolinggo sebagai bagian dari pembelajaran modern. Semua keterampilan ini adalah bekal penting untuk abad 21. Penutup yang Menginspirasi Acara ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para juara, disertai apresiasi bagi semua peserta yang telah menunjukkan kreativitas dan sportivitas. Robotku School berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan, bukan hanya untuk memacu kemampuan teknis siswa, tetapi juga untuk menumbuhkan budaya inovasi di Kota Probolinggo. “Kami percaya bahwa Probolinggo punya potensi besar di bidang teknologi. Setiap anak bisa menjadi kreator teknologi, bukan pengguna saja. Lomba coding Probolinggo ini adalah salah satu cara kami memulainya,” ujar Gamma Kristian, Founder Robotku School. Dengan keberhasilan penyelenggaraan perdana ini, Robotku School semakin mantap menjadi motor penggerak pendidikan teknologi di wilayah ini—membuka jalan bagi generasi muda untuk menyongsong masa depan dengan percaya diri dan kompetensi tinggi.

Selengkapnya Pendidikan
Gamma Kristian 14 August 2025
Gamma Kristian Perkenalkan Deep Learning, Coding, dan AI untuk Guru MI seluruh Kota Probolinggo

Gamma Kristian, seorang technopreneur muda dan pendiri Robotku School, sekali lagi menunjukkan komitmennya terhadap kemajuan pendidikan di Kota Probolinggo. Gamma, sebagai pendidik teknologi, percaya bahwa literasi digital harus dimulai sejak dini di sekolah dasar. Hal ini ia wujudkan saat menjadi pembicara dalam Workshop Implementasi dan Optimalisasi Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh KKMI (Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah) Kota Probolinggo. Acara ini dibuka oleh Kepala KKMI Kota Probolinggo, Bapak Maulawi Masduki, M.Pd.I dan Pengawas Sekolah Muda Pendais Pada TK/RA/SD/MI, Bapak Muhammad Zainullah, S.Pd.I, M.Pd.I. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan guru dari semua Madrasah Ibtidaiyah (MI) di kota ini. Selama workshop, para guru diperkenalkan dengan materi pengenalan coding dasar untuk anak-anak yang menjadi bagian dari gerakan coding Probolinggo, mulai dari metode unplugged (tanpa perangkat) yang mengajarkan logika berpikir secara sederhana, hingga metode plugged menggunakan perangkat digital. Guru juga mempelajari pemanfaatan Canva AI sebagai media kreatif, serta mencoba Code Monkey Games—platform pembelajaran interaktif yang mengajarkan konsep STEM seperti sudut, jarak, dan logika pemecahan masalah dengan cara yang menyenangkan bagi siswa. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan guru dari semua Madrasah Ibtidaiyah (MI) di kota ini. Selama workshop, para guru diperkenalkan dengan materi pengenalan coding dasar untuk anak-anak yang menjadi bagian dari gerakan coding Probolinggo, mulai dari metode unplugged (tanpa perangkat) yang mengajarkan logika berpikir secara sederhana, hingga metode plugged menggunakan perangkat digital. Guru juga mempelajari pemanfaatan Canva AI sebagai media kreatif, serta mencoba Code Monkey Games—platform pembelajaran interaktif yang mengajarkan konsep STEM seperti sudut, jarak, dan logika pemecahan masalah dengan cara yang menyenangkan bagi siswa. Materi tersebut merupakan campuran teori dan contoh kehidupan nyata yang relevan dengan proses pengajaran dan pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan Kurikulum Nasional 2025. Pembelajaran mendalam di tingkat MI bukan berarti anak-anak langsung diajarkan menjadi programmer, melainkan untuk mengembangkan keterampilan berpikir logis, kritis, dan kreatif dengan cara yang relevan dengan usia mereka. Para guru didorong untuk memanfaatkan teknologi dan coding Probolinggo sebagai sarana membuat pembelajaran lebih interaktif, menstimulasi, dan berorientasi pada kemajuan zaman. Foto-foto kegiatan ini menangkap antusiasme para guru saat berpartisipasi aktif dalam diskusi, berbagi ide, dan mencoba langsung simulasi pembelajaran yang disiapkan.

Selengkapnya Pendidikan
Gamma Kristian 5 March 2025
Anak Muda Antusias Belajar Robotika, Bangun Karakter-Daya Juang

DULU robot identik dengan industri manufaktur atau penelitian ilmiah. Namun, kini teknologi robotika semakin merambah kehidupan sehari-hari. Dari robot asisten rumah tangga hingga kendaraan pintar, inovasi berbasis kecerdasan buatan semakin dekat dengan manusia. Tak hanya orang dewasa, anak-anak kini mulai mengenal dan menguasai dasar-dasar robotika. Banyak sekolah menawarkan ekstrakurikuler robotika, bahkan lomba-lomba robotik semakin marak digelar. Hal ini membuktikan bahwa robotika bukan lagi sesuatu yang eksklusif bagi ilmuwan atau insinyur. Melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda yang ingin selalu mengikuti perkembangan teknologi. Kepala SD dan SMP Shalom Kota Probolinggo M.E. Pervitasari mengatakan, era digital mengharuskan generasi muda untuk siap menghadapi dunia yang semakin terdigitalisasi. “Kami berharap anak-anak ini bisa siap menghadapi tantangan masa depan yang akan berdampingan dengan robot dan AI. Karena itu, pengenalan robotika sejak dini menjadi sangat penting,” ujarnya. Menurutnya, kegiatan robotika tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga membangun karakter. Daya juang dan ketekunan sangat penting. Sebelum memahami teknik, anak-anak perlu memiliki mental pantang menyerah. “Selain itu, manajemen waktu juga menjadi tantangan dalam setiap lomba robotik. Karena itu, anak dilatih untuk tepat waktu,” ujar Pervitasari. Sumber : Radar Bromo

Selengkapnya Pendidikan
Gamma Kristian 3 January 2025
Bagaimana Robot Dapat Berkomunikasi dengan Manusia Bahkan Dapat Dikendalikan Manusia.

Robot dan manusia kini semakin sering berinteraksi dalam berbagai konteks, mulai dari industri hingga rumah tangga. Komunikasi antara robot dan manusia melibatkan berbagai teknologi dan pendekatan untuk memastikan interaksi yang efektif dan intuitif. Salah satu cara utama robot berkomunikasi dengan manusia adalah melalui bahasa alami, baik dalam bentuk tulisan maupun suara. Dengan menggunakan algoritma pemrosesan bahasa alami (NLP), robot dapat memahami dan merespons perintah atau pertanyaan dalam bahasa yang digunakan manusia sehari-hari. Teknologi ini memungkinkan robot untuk melakukan tugas-tugas seperti memberikan informasi, mengendalikan perangkat lain, atau bahkan bercakap-cakap dengan manusia. Selain bahasa alami, robot juga dapat berkomunikasi melalui antarmuka pengguna grafis (GUI). GUI menyediakan cara visual bagi manusia untuk berinteraksi dengan robot, biasanya melalui layar sentuh atau perangkat input lainnya. Dalam lingkungan industri, misalnya, operator dapat menggunakan GUI untuk mengatur parameter kerja robot, memantau kinerja, dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Antarmuka ini dirancang agar intuitif dan mudah digunakan, sehingga meminimalkan kesalahan dan meningkatkan efisiensi. GUI juga memungkinkan robot untuk menampilkan informasi penting, seperti status operasional atau pesan peringatan, yang dapat segera ditindaklanjuti oleh manusia. Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga menjadi kunci dalam meningkatkan kemampuan komunikasi robot dengan manusia. Dengan AI, robot dapat belajar dari interaksi sebelumnya dan menyesuaikan responsnya sesuai dengan konteks yang berbeda. Misalnya, robot pelayan di restoran dapat mengenali pelanggan tetap dan menawarkan rekomendasi menu berdasarkan riwayat pesanan mereka. Kemampuan AI untuk memproses dan menganalisis data besar memungkinkan robot untuk terus berkembang dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih personal dan menyenangkan. Di masa depan, komunikasi antara robot dan manusia diprediksi akan menjadi semakin seamless dengan pengembangan teknologi seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR). Dengan AR dan VR, manusia dapat berinteraksi dengan robot dalam lingkungan virtual yang imersif, memungkinkan pelatihan, simulasi, dan kolaborasi jarak jauh yang lebih efektif. Misalnya, dalam pelatihan medis, AR dan VR dapat digunakan untuk mensimulasikan operasi bedah dengan bantuan robot, memberikan pengalaman praktis yang aman dan terkontrol. Integrasi teknologi ini akan membuka peluang baru untuk kolaborasi yang lebih erat antara manusia dan robot di berbagai bidang. Dalam kesimpulannya, komunikasi antara robot dan manusia melibatkan berbagai teknologi yang bekerja bersama untuk menciptakan interaksi yang alami dan efektif. Bahasa alami, antarmuka pengguna grafis, serta sensor dan aktuator adalah beberapa contoh teknologi yang memungkinkan robot untuk memahami dan merespons kebutuhan manusia. Seiring dengan kemajuan teknologi, kita dapat mengharapkan komunikasi yang lebih canggih dan intuitif antara robot dan manusia di masa depan. 😊

Selengkapnya Teknologi
Gamma Kristian 22 December 2024
Pameran Robotic di Kota Probolinggo, Edukasi Robotic untuk Anak Sejak Dini

Teknologi robot membantu memberikan pendidikan kepada anak. Teknologi ini mulai dikembangkan karena fungsinya bisa melatih keterampilan dan juga  sekaligus menghibur anak-anak. Inilah yang dikampanyekan Robotku School saat menggelar pameran robotic di Kota Probolinggo. Pameran yang digelar di Rumah Batik Kota Probolinggo di Jalan Mastrip, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran ini ramai dikunjungi oleh orang tua yang ingin mendorong anaknya belajar robotika. Pengunjungnya bahkan tak sedikit yang masih usia dini. Pameran robotic yang digelar mulai Jumat dan Sabtu (20-21/12) ini diklaim yang pertama di Probolingo. Gamma Kristian Adikurnia, 29 pemilik Robotku School itu menjelaskan bahwa pihaknya sengaja membuat pameran ini dengan tujuan memperkenalkan anak usia dini terkait dunia robotika. Dia ingin agar anak memiliki kreativitas tinggi dan dapat memanfaatkan dampak positif dari gadget. “Kami ingin mengajarkan anak untuk lebih kreatif dan main gadget tapi bermanfaat. Dari main game terus, mending kita buat game sendiri, itu tujuannya,” jelas Gamma, sapaan akrabnya. Gamma ingin sedari dini anak sudah memiliki tujuan yang jelas mereka ingin jadi apa. Lewat pameran ini, Gama berharap dunia robotika lebih dikenal oleh para orangtua dan anak. “Kalau anak kecil kan tidak tahu nanti ingin jadi apa. Jadi, kami kenalkan kalau ada profesi sebagai programmer, pembuat game, pembuat robot seperti ini,” lanjutnya. Robotku School bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi yaitu AMIK Taruna serta Universitas Panca Marga. Serta dan SMKN 1 Probolinggo. Robot-robot yang didisplay di pameran memang sengaja dari yang paling sederhana dan mudah dipahami anak usia dini. Agar mereka bisa langsung mencobanya. Ada tiga level robot yaitu beginner, basic dan intermediate. Salah satu pengunjung, Rahayu Kulyaningsih, 59, salah satu guru SD di Kota Probolinggo mengaku sengaja mengantarkan muridnya datang ke pameran untuk melihat robot-robot tersebut dan bagaimana cara kerjanya.  Bahkan Rahayu juga membawa cucunya datang ke pameran, ia mengaku sangat mendukung murid-murid dan cucunya itu untuk dapat belajar robotika sedari dini untuk melatih kecerdasan dan kreatifitas anak. “Murid saya ini memang hobi robotika. Sudah pernah buat robot sederhana di sekolah makanya saya bawa untuk lihat pameran. Saya juga sengaja mengajak cucu karena dia juga tertarik dengan robotika,” kata Rahayu. Sumber : Radar Bromo

Selengkapnya Pendidikan
Gamma Kristian 15 October 2022
Dinas Perpustakaan Probolinggo kenalkan robotik ke siswa SD

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mengenalkan robotik kepada siswa-siswi sekolah dasar untuk meningkatkan literasi di bidang teknologi informasi sejak dini. "Pengenalan robotik bagi siswa SD itu untuk melatih olah logika berpikir anak-anak bahwa sebuah robot bisa bekerja apabila ada pemrograman dan sebuah robot itu akan menjalankan perintah melalui program yang dibuat," kata Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Perpustakaan Dispersip Kabupaten Probolinggo Suryana Nuring Perbawani di kota setempat, Sabtu. Menurutnya pengenalan robotik bagi siswa SD bertujuan mengembangkan teknologi untuk perpustakaan dengan pemberian materi bagaimana memberikan perintah kepada robot. "Anak-anak sekolah nantinya bisa mengembangkan literasi bidang IT, mengasah logika, analisa logika dan logika matematika karena di sana ada hitung-hitungannya," tuturnya. Anak-anak diajak bermain simpel coding yang sederhana dan alur berpikirnya memakai analisa coding, sehingga si robot itu bergerak dengan perintah yang mereka rancang. "Misalnya bergerak lima langkah, maka perintahnya seperti apa nanti dipandu. Mereka nanti yang memberikan perintah," katanya. Ia menjelaskan pengenalan robotika itu dilakukan dalam rangka mengembangkan layanan perpustakaan, sehingga perpustakaan tidak hanya untuk pinjam meminjam saja, tapi semua pelayanan yang ditujukan kepada masyarakat. "Termasuk ilmu teknologi. Kami menjalankan fungsi sebagai praktek dari prinsip perpustakaan berbasis inklusi sosial, sehingga adanya pengenalan robotika itu diharapkan para siswa SD tertarik untuk belajar teknologi literasi dengan datang ke perpustakaan," ujarnya. Selain belajar di kelas, lanjut dia, para siswa juga bisa membaca buku-buku dan berkegiatan di perpustakaan, sehingga pihaknya mengenalkan perpustakaan dengan menarik minat mereka berkunjung ke perpustakaan karena dengan mencintai buku tentunya akan semakin menambah literasinya. Sumber : Antara

Selengkapnya Pendidikan