Gamma Kristian Perkenalkan Deep Learning, Coding, dan AI untuk Guru MI seluruh Kota Probolinggo
Gamma Kristian, seorang technopreneur muda dan pendiri Robotku School, sekali lagi menunjukkan komitmennya terhadap kemajuan pendidikan di Kota Probolinggo. Gamma, sebagai pendidik teknologi, percaya bahwa literasi digital harus dimulai sejak dini di sekolah dasar. Hal ini ia wujudkan saat menjadi pembicara dalam Workshop Implementasi dan Optimalisasi Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh KKMI (Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah) Kota Probolinggo. Acara ini dibuka oleh Kepala KKMI Kota Probolinggo, Bapak Maulawi Masduki, M.Pd.I dan Pengawas Sekolah Muda Pendais Pada TK/RA/SD/MI, Bapak Muhammad Zainullah, S.Pd.I, M.Pd.I.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan guru dari semua Madrasah Ibtidaiyah (MI) di kota ini. Selama workshop, para guru diperkenalkan dengan materi pengenalan coding dasar untuk anak-anak yang menjadi bagian dari gerakan coding Probolinggo, mulai dari metode unplugged (tanpa perangkat) yang mengajarkan logika berpikir secara sederhana, hingga metode plugged menggunakan perangkat digital. Guru juga mempelajari pemanfaatan Canva AI sebagai media kreatif, serta mencoba Code Monkey Games—platform pembelajaran interaktif yang mengajarkan konsep STEM seperti sudut, jarak, dan logika pemecahan masalah dengan cara yang menyenangkan bagi siswa.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan guru dari semua Madrasah Ibtidaiyah (MI) di kota ini. Selama workshop, para guru diperkenalkan dengan materi pengenalan coding dasar untuk anak-anak yang menjadi bagian dari gerakan coding Probolinggo, mulai dari metode unplugged (tanpa perangkat) yang mengajarkan logika berpikir secara sederhana, hingga metode plugged menggunakan perangkat digital. Guru juga mempelajari pemanfaatan Canva AI sebagai media kreatif, serta mencoba Code Monkey Games—platform pembelajaran interaktif yang mengajarkan konsep STEM seperti sudut, jarak, dan logika pemecahan masalah dengan cara yang menyenangkan bagi siswa.
Materi tersebut merupakan campuran teori dan contoh kehidupan nyata yang relevan dengan proses pengajaran dan pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan Kurikulum Nasional 2025. Pembelajaran mendalam di tingkat MI bukan berarti anak-anak langsung diajarkan menjadi programmer, melainkan untuk mengembangkan keterampilan berpikir logis, kritis, dan kreatif dengan cara yang relevan dengan usia mereka. Para guru didorong untuk memanfaatkan teknologi dan coding Probolinggo sebagai sarana membuat pembelajaran lebih interaktif, menstimulasi, dan berorientasi pada kemajuan zaman. Foto-foto kegiatan ini menangkap antusiasme para guru saat berpartisipasi aktif dalam diskusi, berbagi ide, dan mencoba langsung simulasi pembelajaran yang disiapkan.