Mengukir Sejarah Teknologi: Walikota Cup Robotic Competition 2025 Sukses Digelar!

Super Admin 16 December 2025

Suasana GOR Ahmad Yani Kota Probolinggo pada pertengahan Desember ini terasa berbeda. Bukan sorak sorai pertandingan olahraga yang mendominasi, melainkan deru motor kecil, kabel-kabel yang dirangkai dengan penuh konsentrasi, dan wajah anak-anak yang serius namun penuh antusias. Di tempat inilah Walikota Cup: Robotic Competition 2025 diselenggarakan oleh Robotku School.

Kompetisi ini menjadi ruang temu bagi puluhan pelajar SD/MI dan SMP/MTs untuk belajar robotik secara langsung melalui konsep Fast Building Robotics , sebuah metode lomba yang menantang peserta merakit robot dari nol dalam waktu terbatas.

Bukan Sekadar Lomba, Tapi Proses Belajar Nyata

Dalam Walikota Cup 2025, peserta tidak datang membawa robot jadi. Mereka justru diuji dari proses paling dasar: merakit, mencoba, memperbaiki, dan memastikan robot benar-benar berfungsi.

Setiap peserta harus:

  • menyusun rangka robot,

  • memasang motor, roda, dan kabel,

  • memastikan arah gerak robot bekerja dengan benar,

  • serta melakukan perbaikan cepat jika terjadi kesalahan.

Di sinilah nilai utama fast building terasa. Anak-anak belajar bahwa teknologi tidak selalu berjalan mulus. Ada kabel terbalik, motor tidak bergerak, atau roda yang kurang stabil. Namun justru dari proses inilah kemampuan berpikir cepat, teliti, dan pantang menyerah terbentuk.

Fast Building Robotics: Melatih Fokus dan Ketangguhan

Konsep fast building dirancang bukan untuk mencari siapa yang paling cepat semata, melainkan siapa yang mampu bekerja sistematis di bawah tekanan waktu. Peserta dituntut untuk membagi peran, membaca instruksi dengan cermat, dan mengambil keputusan teknis secara mandiri.

Melalui proses ini, peserta belajar:

  • mengelola waktu dengan baik,

  • memahami dasar mekanik dan elektronika,

  • bekerja sama dalam tim,

  • serta bertanggung jawab atas hasil rakitannya sendiri.

Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi penting bagi generasi yang akan hidup berdampingan dengan teknologi di masa depan.

Persiapan Matang Lewat Technical Meeting

Jauh sebelum hari pelaksanaan, Robotku School telah menggelar technical meeting pada 22 November 2025. Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi peserta dan guru pendamping untuk memahami keseluruhan mekanisme lomba.

Dalam sesi ini, peserta mendapatkan penjelasan mengenai:

  • kit robot yang digunakan pada setiap kategori,

  • aturan perakitan dan batas waktu,

  • sistem penilaian,

  • alur uji fungsi robot,

  • hingga simulasi troubleshooting sederhana.

Antusiasme terlihat sejak awal. Banyak peserta yang langsung mencoba membongkar dan merangkai komponen, menandakan rasa ingin tahu dan semangat belajar yang tinggi.

Tiga Kategori, Satu Tujuan Pembelajaran

Walikota Cup Robotic Competition 2025 dibagi menjadi tiga kategori sesuai jenjang usia:

Beginner (SD Kelas 1–3)
Peserta merakit robot berbasis LEGO untuk melatih kreativitas, koordinasi tangan, dan pengenalan mekanik sederhana.

Basic (SD Kelas 4–6)
Peserta merakit DIY Acrylic Robot Soccer dengan fokus pada uji fungsi gerak dasar: maju, mundur, kanan, dan kiri secara stabil.

Intermediate (SMP Kelas 7–9)
Peserta merakit DIY Robot Transporter dengan tantangan fast assembly dan kestabilan sistem gerak.

Team (Piala Bergilir Antar Sekolah SD/MI)
Peserta merakit robot pemadam lalu estafet merakit robot light followers

Setiap kategori dirancang agar anak-anak belajar sesuai tahap perkembangannya, tanpa menghilangkan unsur tantangan.

Menumbuhkan Minat Teknologi Sejak Dini

Melalui Walikota Cup 2025, Robotku School ingin menanamkan bahwa belajar teknologi tidak harus selalu lewat layar. Anak-anak perlu menyentuh komponen, mencoba langsung, dan memahami proses kerja sebuah sistem.

Kompetisi ini menjadi sarana untuk:

  • mengenalkan robotik sejak dini,

  • melatih problem solving,

  • membangun kepercayaan diri,

  • serta menumbuhkan minat belajar STEM secara alami.

Pengalaman merakit robot di arena lomba sering kali menjadi momen pertama bagi anak untuk menyadari bahwa teknologi bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan bisa dipelajari dan dikuasai.

Probolinggo dan Harapan Masa Depan Teknologi

Dengan terselenggaranya Walikota Cup Robotic Competition 2025, Kota Probolinggo menunjukkan komitmennya dalam mendukung tumbuhnya generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Fast building bukan hanya tentang kecepatan, tetapi tentang bagaimana anak-anak belajar berpikir sistematis, menyelesaikan masalah, dan percaya pada kemampuannya sendiri,” ujar Gamma Kristian, Founder Robotku School.

Robotku School berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sebagai agenda tahunan, menjadi ruang lahirnya calon inovator, engineer, dan problem solver masa depan dari Kota Probolinggo.

Robotku School
Creating Technology Creator.