Membangun Generasi Tanggap Teknologi: Road to Walikota Cup Robotic Competition 2025
Probolinggo, Desember 2025 — Di era teknologi yang semakin maju, kemampuan adaptasi, kreativitas, dan ketangguhan berpikir menjadi keterampilan penting bagi generasi muda. Menjawab kebutuhan tersebut, Robotku School kembali menghadirkan Walikota Cup: Robotic Competition 2025, dengan konsep Fast Building Robotics, sebuah kompetisi merakit robot cepat yang menekankan ketelitian, kerja tim, dan kemampuan teknis dasar.
Kompetisi ini digelar pada 13–14 Desember 2025, mempertemukan puluhan pelajar SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Probolinggo dalam satu arena edukasi teknologi yang seru dan menantang.
Fast Building: Merakit Cepat, Memastikan Robot Berfungsi Sempurna
Dalam konsep fast building, peserta tidak membawa robot jadi. Mereka merakit langsung di tempat lomba dengan waktu terbatas — mulai dari menyusun komponen, memasang kabel dan motor, hingga memastikan robot dapat bergerak maju, mundur, kanan, dan kiri dengan stabil.
Konsep ini mengajarkan peserta untuk:
-
berpikir cepat dalam keterbatasan waktu,
- memahami dasar mekanik dan elektronika sederhana,
-
memastikan kualitas perakitan,
-
dan melakukan troubleshooting cepat jika robot tidak berjalan sesuai harapan.
Inilah esensi utama yang membangun generasi tanggap teknologi.
Road to Walikota Cup: Technical Meeting Berjalan Lancar
Sebelum hari lomba, Robotku School telah menggelar technical meeting tanggal 22 November 2025 sebagai langkah penting menuju kompetisi. Seluruh peserta dan guru pembimbing mendapatkan briefing lengkap mengenai:
-
komponen kit yang digunakan per kategori,
-
aturan perakitan dan waktu pengerjaan,
-
standar penilaian (kerapian, ketelitian, fungsi gerak),
-
cara uji coba gerak robot,
-
alur lomba dari awal hingga akhir,
-
hingga simulasi troubleshooting sederhana.
Antusiasme peserta begitu besar — banyak yang langsung memegang komponen dan mulai membayangkan bagaimana strategi merakit cepat namun tetap rapi dan berfungsi maksimal.
Kategori Lomba: Fokus pada Perakitan dan Uji Fungsi Gerak
Kategori disusun agar setiap jenjang dapat mengikuti tantangan sesuai kemampuannya:
1. Beginner (SD Kelas 1–3): LEGO Robot Fast Building
Peserta merakit robot sederhana berbasis LEGO, melatih kreativitas, koordinasi tangan, serta pemahaman dasar mengenai bentuk dan fungsi mekanik.
2. Basic (SD Kelas 4–6): DIY Acrylic Robot Soccer - Uji Fungsi Gerak Dasar
Peserta merakit DIY kit akrilik, memasang motor, roda, switch, dan kabel. Tantangannya adalah memastikan robot dapat bergerak maju, mundur, belok kanan dan kiri dengan lancar. Penilaian fokus pada kerapian dan stabilitas robot.
3. Intermediate (SMP Kelas 7–9): DIY Robot Transporter - Fast Assembly & Movement Test
Peserta merakit robot transporter, memasang motor dan rangka, lalu menguji apakah robot dapat bergerak dengan stabil di semua arah. Misi utamanya bukan pada memindahkan objek, tetapi memastikan konstruksi kuat dan sistem gerak berfungsi sempurna.
Dengan sistem ini, semua peserta dapat belajar dasar robotik secara nyata, mulai dari memahami komponen hingga memastikan hasil rakitan bekerja optimal.
Tujuan Besar: Menyiapkan Generasi yang Siap Teknologi
Robotku School ingin kompetisi ini menjadi sarana untuk:
-
memperkenalkan robotik dasar kepada anak sejak dini,
-
menanamkan kebiasaan teliti dan problem solving,
-
meningkatkan minat belajar STEM,
-
memperkuat kemampuan kerja sama,
-
serta membangun rasa percaya diri anak terhadap teknologi.
Di era digital, anak-anak perlu lebih dari teori. Mereka harus menyentuh, mencoba, dan memperbaiki robot secara langsung, sebuah pengalaman yang tidak tergantikan.
Menuju 13–14 Desember: Probolinggo Bersiap Menyambut Inovasi Anak Bangsa
Dengan technical meeting yang sudah berjalan sukses, seluruh peserta mulai memasuki fase akhir latihan: belajar merakit cepat, memastikan kabel terpasang benar, dan mencoba berbagai troubleshooting agar robot mereka siap bertanding.
“Fast building adalah latihan nyata untuk menghadapi tantangan era teknologi. Anak-anak belajar berpikir cepat, bekerja sistematis, dan membuat robot yang benar-benar berfungsi,” ujar Gamma Kristian, Founder Robotku School.
Robotku School berharap Walikota Cup 2025 menjadi agenda tahunan yang memperkuat budaya inovasi dan teknologi di Kota Probolinggo.